Showing posts with label hidup. Show all posts
Showing posts with label hidup. Show all posts

May 25, 2015

Tentang sebuah profesi

Selamat malam,
Saya selalu merasa kesulitan saat mesti menulis profil diri sendiri. Saya sadar hal ini disebabkan banyaknya pekerjaan yang seringkali saya jalani secara bersamaan namun semuanya berbeda bentuknya, walaupun mungkin bidangnya sama. Seperti saat ini misalnya, saya masih membuat kolase, menjadi penulis naskah, konsultan komunikasi, juga pemateri lokakarya. Belum lagi saya juga membuat barang-barang kriya dengan nama Recycle Retro. Jadi apa sebenarnya profesi saya?
Kadang saya ingin juga seperti banyak teman saya yang tampaknya sudah jelas alur profesi dan hal-hal yang ingin mereka lakukan di dalam hidupnya. Sementara saya rasanya dari dulu ya seperti ini saja. Bersenang-senang melakukan apapun yang membuat saya senang, apalagi kalau kemudian juga mendatangkan uang, makin senanglah saya melakukannya. 
Namun kemudian saya berpikir bahwa yang penting dari semua yang saya lakukan tersebut adalah saya senang dan menikmati prosesnya. Mungkin memang alur yang tepat untuk saya yang memang mudah bosan dan memiliki banyak ketertarikan pada banyak hal adalah seperti sekarang ini. 

Dan saya akui saya seringkali memang memberanikan diri untuk melakukan sesuatu atau melakukan pekerjaan yang saya belum pernah lakukan sebelumnya agar saya belajar sesuatu yang baru, kenal juga dengan lingkaran pergaulan baru, dan banyak hal-hal baru lainnya karena saya sadar sekali saya adalah orang yang apabila sudah nyaman dengan satu lingkungan atau kebiasaan kemudian malas sekali keluar dari sana. Terlena. Padahal hidup bukan hanya tentang merasa nyaman, aman dan tentram kan?  Dengan gelisah kita jadi tahu apa artinya tenang, dengan kurang kita jadi bisa bersyukur kalau kita berlebih atau bahkan seringkali berlebihan.
Karenanya mulai sekarang kalau diminta menulis profil dan mesti menulis profesi, saya akan menjawabnya dengan: menjadi diri saya sendiri.

Ika

Dec 20, 2014

The object of my affection

 

Selamat malam.
Setelah lima bulan tidak menulis disini, saya kembali dengan cerita tentang taman kecil di bawah jendela kosan saya.
Taman yang dibuatkan oleh kekasih saya menggunakan sebilah papan kayu sisa dan disangga oleh dua siku besi berwarna putih. Sesederhana itu.

Dengan menggunakan dua nampan dan satu teko enamel bekas, mulailah saya mengisi taman saya dengan lima pot kaktus diatas ini. Namun kemudian saya ingat koleksi mug enamel bekas yang mulai menumpuk dan beberapa yang tidak digunakan sama sekali. Tapi juga tidak mau dijual, apalagi dikasi orang karena kadung sayang. Haha! 


Jadilah mug-mug enamel tersebut saya gunakan sebagai wadah pot-pot kaktus dan tanaman lainnya di taman saya. Selain mug dan teko, juga ada kaleng enamel bekas permen yang saya gunakan di taman kecil saya ini.


Setiap pagi saat saya membuka jendela, merekalah yang pertama kali saya pandangi. Saya senang sekali setiap kali melihat ada yang semakin tinggi, berbunga atau bahkan bertunas baru. Juga langsung sedih kalau mendapati ada yang layu, kering atau membusuk karena salah siram. Sekarang saya sudah masukkan jadwal siram tanaman seminggu sekali di dalam agenda saya, setiap hari Minggu.

 
Hari ini jumlah tanaman saya sudah lebih dari dua puluh pot yang sebagian besar adalah kaktus dari berbagai jenis dan ukuran. Berkat kekasih saya yang terampil dan pandai menata mereka, kami akhirnya juga bisa menggunakan area di bawah jendela kamar untuk meletakkan beberapa wadah-wadah pot yang lebih besar. Senangnya!

Tentunya saya masih berusaha keras mempelajari tanaman-tanaman di dalam taman saya dengan lebih baik setiap hari. Memastikan mereka mendapat cukup  matahari, mengeluarkan pot-pot yang sudah lama berada di dalam (Iya, akhirnya saya pun menempatkan beberapa pot di dalam karena di bawah jendela sudah tidak ada tempat lagi. Hihihi!), menukar wadahnya bila diperlukan, termasuk membeli pot baru yang lucu-lucu.


Sekarang saya mengerti senangnya mengurus tanaman dan punya taman sendiri. Karena dari dulu walaupun saya tahu jenis-jenis tanaman kesukaan saya, juga selalu senang melihat tempat tinggal dengan banyak tanaman berserakan di dalamnya, namun baru sekarang saya merasakannya sendiri. 

Seperti kebiasaan saya dengan hal-hal baru lainnya, saya cenderung akan membawanya menjadi berlebihan lalu lupa diri. Buruk sekali. Seperti hari ini saja, kekasih saya sudah mengingatkan untuk berhenti dulu untuk terus membeli tanaman baru karena mudah matinya beberapa dari mereka ternyata. 

Begitulah cerita tentang The Object Of My Affection malam ini.

Ika 

Jul 25, 2014

Saya dan dia


Selamat sore,
Saya selalu saja gagal untuk menulis secara
berkala disini. Padahal sejak terakhir kali
menulis, banyak sekali yang terjadi.
Pekerjaan paruh waktu baru, ulang tahun,
perjalanan nyekar yang menyenangkan
bersama keluarga, jatuh sakit dan mesti opname
untuk pertama kalinya dan tentunya 
Pemilu yang baru
saja usai. 

Diantara semua kejadian tadi ada satu orang
yang menjalaninya bersama saya dengan
penuh kesabaran, suka cita juga menyebalkannya
tentu saja. Hahaha!

Orang yang selama ini walaupun memang
dekat dengan saya karena kita selalu
terlihat melakukan banyak hal
bersama, juga pergi kemana-mana
bersama walau beda kota,
tapi tidak ada yang berpikiran
kita akan menjadi kekasih suatu hari nanti.

Orang yang bersama saya membuat
tempat tinggal kami di Jakarta
menjadi tempat tinggal yang
semula saya pikir tidak hari ini
saya akan bisa memilikinya. 

Untuk semuanya itu saya ingin
berterimakasih padanya, 
untuk menjadi dirinya,
untuk kebersamaan yang
kita rayakan setiap hari.

Ika

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...