Showing posts with label art. Show all posts
Showing posts with label art. Show all posts

Dec 11, 2015

Herfingerpower

Selamat malam,

Saya memang sudah beberapa kali punya toko offline dan juga online, namun ternyata baru sekarang saya merasa akhirnya merasa menemukan konsep isi, tampilan dan juga medium toko yang selama ini saya cari.

Namanya herfingerpower, sama dengan FB Group saya. Herfingerpower adalah istilah yang saya dan beberapa teman pemilik toko pertama gunakan untuk mengatakan handmade baik dalam seni maupun kriya.

Sebagai sebuah toko instagram, herfingerpower tampaknya juga berhasil menjadi tempat eksperimen saya dalam belajar menata gaya produk untuk difoto. Sehingga berbagai barang koleksi saya juga memiliki fungsi baru, sebagai properti foto. Senangnya!

Oh iya selain itu biarpun tokonya baru buka, tapi buat pembeli di Jakarta sudah ada bonus asik buat belanja dalam jumlah tertentu. Karena moto saya dalam berniaga sederhana,"Kalau saya tidak suka dengan barangnya, lalu mengapa saya menjualnya?"

Silahkan ya melihat-melihat,

Ika.

Nov 24, 2015

A letter to Sooji Kim for her WANITA Project




Hey Sooji! 

Same here like Marishka, missing every single bit of our Melbourne trip already. So much!


Now, speaking about WANITA Project. I guessed one of the most meaningful experience about this trip is how I can see my art with a different view due to a different kind of public that attend the show, join the workshop and talk to us during Focus Group Discussion. I rarely experience that many comments and questions over an exhibition opening, apart of just a congratulations, includes all the people around the gallery who just passed by and many more other wonderful strangers that we have never meet and thought that they would instantly love and get our art. It's like what I have been trying to talk to people through my art being heard and understood like never before. All those comments obviously raise new questions to myself about what I called 'making art'. Apart from that, I have also learned about different way of doing an exhibition, not only from the displaying but also making the catalogue, etc, that I really love to know due my experience as an exhibition manager once. Footscray itself as a community art center has such an interesting form of art to be showcase and shared to the public. Not only that, but also during my trip outside of Foostcray I have been really lucky to be able to explore places like small galleries, limited print shop with a way of displaying art print and other art stuff like I have never see before, a lithograph exhibition at the library, big exhibition like David Bowie Is Here at ACMI, and so many other opportunities to see art in a way that I have never thought I will experience this much during my stay in Melbourne. 


I have never showcase my works in so many medium before includes my first video and documentary project for this exhibition. So I am really grateful for this opportunity that also help me to grow as an artist. To experience Melbourne with my own eyes, talk to the people, admire the old houses, plants and birds is such a mind blowing experience to a Jakartan like me. I learn a bit Melbourne and Australia in my own way for the first time during this trip. Not from books, magazines, films or other people's photos on Instagram. So from now on, I have my own story about Melbourne and Australia although only a really short one. 


I met several other Australian artists and a few Indonesian artists with different way of seeing art and making a living as an artist. I learned that being an artist in Jakarta and in Melbourne has similarities and also differences. Though I haven't get the chance to be really understand and learn about them but it's nice obviously to be instantly understood with a fellow artists. Especially being a female artist in Melbourne, is still one of the question that I wished I had ask them more since we are there to showcase 13 female artists work from Jakarta. 


What could have been better? If only I could stay longer, of course! Haha! But at the same time this first trip should never been the last since now I can see so many opportunities and ideas could come to live by being part of this kind of network and project. So in the future, I would definitely love to see more collaborations between Indonesian and Australian artists, in so many different ways since the ideas are endless!



Again, thank you so much Sooji and Rani for being super awesome hosts and Footscray for the abundance of support. 

There you go, Sooji. I hope it answers your questions. 

Look foward to meet you soon!

HUGS,

Ika

Jun 1, 2015

Dimata luka, (ternyata) kita semua sebaya

Luka dan Lama. Dua kata yang bila digabungkan terasa berat dan dalam, namun saat dikaitkan dengan usia belasan tahun (ternyata) membuat banyak yang tersenyum bahkan tertawa. Tampaknya ada perasaan sangsi atau ragu dari mereka bahwa usia belasan tahun belum memiliki validasi untuk memberi makna pada dua kata tadi. Luka dan Lama.
Padahal, saat kesembilan seniman belia (yang kebetulan juga siswa sekolah menengah seni) ini sepakat untuk memilih tema luka lama dari begitu banyak tema yang terlontar di hari pertama kurasi pameran dimulai, saya sendiri berpikir bisa jadi mereka akan sekedar memberi definisi baru pada kosa kata yang sangat populer saat ini, galau.
Namun ternyata selama proses kurasi kurang dari dua bulan, dengan gigih mereka menggali, menganalisa bahkan kemudian meredefinisi luka yang mereka alami. Dulu, sekarang dan bahkan diantara keduanya. Dengan melapangkan dada dan juga kepala tentunya, mereka kemudian melakukan berbagai eksplorasi cara untuk menceritakan tentang bagaimana dan apa luka lama itu sebenarnya bagi mereka. Tak pernah sekalipun kata galau terdengar diantara kita, ternyata.
Dan hari ini, dengan waktu pameran yang begitu singkat, Anda akan diajak untuk merasakan sembilan luka lama yang bisa jadi Anda sudah pernah rasakan juga atau bahkan sama sekali baru. Apapun itu, saya sendiri merasa beruntung sekali bisa bermitra bersama sembilan seniman yang membuat saya merasa pada akhirnya saat bicara luka, kita semua sebaya.

                                                                 Ika Vantiani
                                                                    Kurator

May 27, 2015

Weekend Wonder Workshop

Selamat sore, 
Saya selalu merasa tinggal di Jakarta yang macetnya juara ditambah dengan teknologi yang katanya memudahkan kita berkomunikasi, tidak menjadi solusi keinginan saya untuk berkumpul bersama teman-teman yang juga suka berkarya secara berkala. Tepatnya bertemu dan berkumpul dalam sebuah tempat dan saling mengobrol sambil membuat berbagai macam karya yang kita suka. Atau bahkan sekedar bertemu muka, ngobrol dan makan minum cantik saja misalnya.
Iya, kita mungkin sering berjumpa di pameran atau bazaar, tapi kan auranya berbeda. Tidak terlalu santai juga, karena kalau di pameran atau bazaar agendanya bukan untuk ngobrol dan bertemu teman kan?
Dulu sekali, bersama beberapa orang teman dekat yang juga suka bikin-bikin, menurut istilah saya, kita pernah menghabiskan satu hari Minggu di sebuah taman kota sambil membawa peralatan masing-masing, camilan dan kantong sampah. Kita menamakannya Making Art At The Park. Walaupun hanya sekali namun kenangannya sampai sekarang membuat saya rindu momen-momen itu dan ingin membuatnya lagi bersama dengan teman-teman lain yang juga suka bikin-bikin.
Karenanya waktu kemudian saya mendapatkan kesempatan untuk mengaplikasikan ide ini bersama dengan Suar Artspace, saya senang sekali. Saya namanya kegiatan ini Weekend Wonder Workshop. Karena walaupun tidak ada peserta dan pemateri workshop seperti biasanya, namun memang disini adalah tempat dimana yang ikut, bisa sekaligus belajar dan berbagi dengan peserta lainnya. Semua jadi guru, semua juga jadi murid. Setara. Karena pada kenyataannya semua orang bisa jadi pencipta, dan tidak hanya sekedar jadi pembeli kan?
Waktu undangan Weekend Wonder Workshop kami sebarkan,  kami tidak menyangka sambutannya akan sehangat ini. Dalam waktu sebulan sejak informasi kegiatan ini disebarkan, banyak sekali teman-teman yang langsung mengiyakan untuk datang. Dari seniman tato, kolase, ilustrator, pelukis, pengrajin, penyanyi sampai publik umum yang mengetahui mengenai acara ini. Dan inilah acara Weekend Wonder Workshop episode I yang didokumentasikan oleh Rangga Kuzuma, videografer dan fotografer, yang hari itu juga ikut belajar decoupage dari Kartika Jahja.
Seperti yang saya bayangkan, menyenangkan sekali untuk berada dalam satu meja panjang bersama teman-teman lama dan baru yang sama-sama suka bikin-bikin. Mengobrol dan bercerita sambil makan minum di bawah rindangnya pohon. Waktu katanya memang serasa terbang saat kita bersenang-senang! Terimakasih untuk semua yang datang dan sampai jumpa di episode II Weekend Wonder Workshop. Untuk jadwal Weekend Wonder Workshop bulan depan juga kegiatan Suar Artspace lainnya bisa langsung follow akun twitter dan instagram mereka di sini.

                                                                       Ika.

May 25, 2015

Tentang sebuah profesi

Selamat malam,
Saya selalu merasa kesulitan saat mesti menulis profil diri sendiri. Saya sadar hal ini disebabkan banyaknya pekerjaan yang seringkali saya jalani secara bersamaan namun semuanya berbeda bentuknya, walaupun mungkin bidangnya sama. Seperti saat ini misalnya, saya masih membuat kolase, menjadi penulis naskah, konsultan komunikasi, juga pemateri lokakarya. Belum lagi saya juga membuat barang-barang kriya dengan nama Recycle Retro. Jadi apa sebenarnya profesi saya?
Kadang saya ingin juga seperti banyak teman saya yang tampaknya sudah jelas alur profesi dan hal-hal yang ingin mereka lakukan di dalam hidupnya. Sementara saya rasanya dari dulu ya seperti ini saja. Bersenang-senang melakukan apapun yang membuat saya senang, apalagi kalau kemudian juga mendatangkan uang, makin senanglah saya melakukannya. 
Namun kemudian saya berpikir bahwa yang penting dari semua yang saya lakukan tersebut adalah saya senang dan menikmati prosesnya. Mungkin memang alur yang tepat untuk saya yang memang mudah bosan dan memiliki banyak ketertarikan pada banyak hal adalah seperti sekarang ini. 

Dan saya akui saya seringkali memang memberanikan diri untuk melakukan sesuatu atau melakukan pekerjaan yang saya belum pernah lakukan sebelumnya agar saya belajar sesuatu yang baru, kenal juga dengan lingkaran pergaulan baru, dan banyak hal-hal baru lainnya karena saya sadar sekali saya adalah orang yang apabila sudah nyaman dengan satu lingkungan atau kebiasaan kemudian malas sekali keluar dari sana. Terlena. Padahal hidup bukan hanya tentang merasa nyaman, aman dan tentram kan?  Dengan gelisah kita jadi tahu apa artinya tenang, dengan kurang kita jadi bisa bersyukur kalau kita berlebih atau bahkan seringkali berlebihan.
Karenanya mulai sekarang kalau diminta menulis profil dan mesti menulis profesi, saya akan menjawabnya dengan: menjadi diri saya sendiri.

Ika

Nov 6, 2013

Pameran: Pelicin


Saya bersama dengan para perupa belia Ibukota akan berpamaren
tentang uang dalam rangka Jakarta Biennale 2013. Disini saya akan
membuat karya yang sama sekali tidak bersentuhan dengan kehidupan
saya sehari-hari sehingga hasilnya tentu saja akan mengejutkan:)

I will take part at this exhibition as the part of Jakarta Bienalle 2013
that will talk about money together with the other 10 young artists
from Jakarta. This is the first time ever for me to make such a project
that I feel so unfamiliar with. This is going to be a tough project
but really exciting nonetheless. 

Jul 25, 2013

me and media: Martha Stewart Living Indonesia

Untuk edisi Agustus majalah Martha Stewart Living
Indonesia memasukan profil saya sebagai salah satu
pengrajin pilihan mereka bersama dengan 28 pengrajin
lainnya. Ini adalah foto-foto yang diambil saat pemotretan
di studio kantor saya bersama dengan salah seorang
fotografer, Ifan Hartanto, yang tidak masuk ke dalam
majalah namun tetap saya sangat menyukainya!
Oh iya, Anda bisa memenangkan sebuah mouse pad
kolase saya dengan ikut undian di 
Mari dibeli!

I have been featured at Martha Stewart Living Indonesia
August edition as one of her chosen crafters. These are
some of the photo taken by Ifan Hartanto, one of the
photographers in my office during the photo shoot that
not being chosen by the magazine. I think these photos
rocks considering I pretty much create this to look like
my actual working corner:))

Jul 24, 2013

me and an exhibition: Body Festival

Minggu lalu saya mendapatkan kesempatan yang
sangat menyenangkan untuk mengkurasi sebuah
pameran tentang tubuh yang dibuat oleh tiga orang
perupa perempuan belia yang bisa dilihat disini.
Saya akan posting lebih banyak gambar setelah ini
tapi ini adalah beberapa foto dari saat kami 
mempersiapkan display pameran. 

These are some of the pictures taken during the
preparation of an exhibition that I curated last
week. Will post more pictures soon but these
photos already shows you how pretty the display
is by painting the wall on this color. Oh and you
can read about the exhibition here.

Jul 20, 2013

me and making stuff: silk screening poster day

Saya memang beruntung sekali karena dikelilingi
oleh orang-orang yang memiliki kemampuan untuk
membuat berbagai macam barang dan benda dengan
tangan mereka. Ini salah satu hari yang saya habiskan
bersama sahabat saya saat dia membuat poster untuk
pengumpulan dana di kampusnya.

I always wish to learn silk screening on paper just like
one of my bestie do. This is from spending all day at
his place helping him making some silk screen posters
for his campus benefit. Rad, right?

Jul 19, 2013

me and packaging: hand drawing recycle envelopes

Saya selalu berusaha membuat kemasan produk ataupun
amplop pengiriman barang-barang buatan saya dengan
menggunakan amplop bekas. Namun selama sebulan ini
saya akhirnya menemukan cara untuk mendekor amplop
amplop bekas tersebut yang saya lihat dari sebuah majalah
desain. Terimakasih banyak untuk teman-teman yang
sudah mendonasikan amplop bekasnya ya!

I have been trying to use used envelopes for my mail order
and packaging at the bazaar. I even then advertise on my
twitter for people to donate their used envelopes to me and
I trade it with my stuff. It's been such a wonderful way of
personalizing each of my envelopes with this drawing called
Ice Cream Wings as my friends called them:))


May 22, 2013

me and merchandising: collage T-shirt

Sebenarnya memang sudah lama banyak yang
bertanya apakah saya membuat kaus dari kolase
saya. Akhirnya saya berhasil juga menemukan
sebuah tempat yang bisa membuat kaus kolase
saya satuan berdasarkan pesanan. Bila Anda
tertarik, silahkan pilih kolase yang Anda inginkan
di etsy saya lalu email judul kolase, warna kaus
ukuran ke iniakuika (at) gmail (dot) com.

I have finally able to make T-shirt out of my
collages this year. Each of them is made to order
and take less than a week in the making and
delivery. If you're interested to order one, just
email me at iniakuika (at) gmail (dot) com.

Apr 16, 2013

me and exhibition: ARTE 2013

Ide karya ini adalah saya ingin memperlihatkan bagaimana
saya menggunakan teknologi digital untuk mempromosikan
karya-karya saya yang sebagian besar manual. Ada 12 buah
karya diatas saputangan bekas yang menggunakan tehnik
bordir mesin yang kemudian saya tempelkan di sebuah kain
besar yang juga saya buat dari saputangan renda bekas. Saya
senang sekali dengan karya ini karena selain bukan kolase
(saya sedang mempersiapkan karya kolase saya bulan Mei ini)
juga hasil akhirya persis seperti yang saya bayangkan. Horee!

When the curatorial brief on ARTE 2013 (Jakarta International
Art Festival 2013) being shared, I was on my vacation in Ubud,
Bali. I would never thought that the whole process of making
this piece will be so smooth, fun and the result was just perfect!
I made this machine embroidery piece on vintage hankies based
on my tweets related to my manual art and craft. It was such a
pretty piece and I really thankful to the curator of this exhibition
that's also one of my good friend. 

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...