Showing posts with label vantiani. Show all posts
Showing posts with label vantiani. Show all posts

Dec 11, 2015

Herfingerpower

Selamat malam,

Saya memang sudah beberapa kali punya toko offline dan juga online, namun ternyata baru sekarang saya merasa akhirnya merasa menemukan konsep isi, tampilan dan juga medium toko yang selama ini saya cari.

Namanya herfingerpower, sama dengan FB Group saya. Herfingerpower adalah istilah yang saya dan beberapa teman pemilik toko pertama gunakan untuk mengatakan handmade baik dalam seni maupun kriya.

Sebagai sebuah toko instagram, herfingerpower tampaknya juga berhasil menjadi tempat eksperimen saya dalam belajar menata gaya produk untuk difoto. Sehingga berbagai barang koleksi saya juga memiliki fungsi baru, sebagai properti foto. Senangnya!

Oh iya selain itu biarpun tokonya baru buka, tapi buat pembeli di Jakarta sudah ada bonus asik buat belanja dalam jumlah tertentu. Karena moto saya dalam berniaga sederhana,"Kalau saya tidak suka dengan barangnya, lalu mengapa saya menjualnya?"

Silahkan ya melihat-melihat,

Ika.

Dec 24, 2014

Recycle and repurposed used books



Selamat malam.

Hari ini saya akan bercerita tentang buku-buku bekas yang saya daur ulang menjadi jurnal atau buku sketsa selama beberapa tahun terakhir ini. Idenya sendiri saya temukan di internet sudah lama, tapi kemudian waktu saya coba membuatnya, saya tidak pernah berpikir bahwa saya akan terus membuatnya sampai hari ini.


Biasanya buku yang saya daur ulang adalah buku-buku bekas hard cover yang masih bagus kondisi tulang bukunya, karena di bagian itulah nantinya kertasnya akan direkatkan kembali setelah diganti. Selain itu saya akan merasa sangat senang bila di dalam buku bekas tersebut ada ilustrasi atau gambar-gambar yang menarik, baik berwarna maupun hitam putih. Sehingga bagian yang akan saya ganti kertasnya adalah kertas-kertas yang bertulisan saja nantinya. 


Awalnya dulu saya menggunakan kertas HVS putih biasa untuk mengisi ulang halaman-halaman kertas dalam buku yang saya daur ulang, namun sekarang saya menggunakan kertas buku 90 gram warna cream agar makin pas dengan nuansa buku bekasnya. Kertasnya polos tak bergaris sehingga bisa untuk menulis sekaligus menggambar diatasnya. 


Karena beberapa teman yang menjadi pelanggan untuk buku-buku ini menggunakannya untuk doodle atau menggambar dengan marker dan cat air sekaligus, mereka merasa kertas ini cukup memadai. Untuk kolase juga tentunya. Walaupun saya baru menggunakan beberapa halaman saja untuk menyicil buku kolase saya sendiri.

 
Saya sangat menikmati proses pembuatan buku-buku daur ulang ini dari berburu buku bekasnya, membeli kertas, memotret, hingga menceritakannya kepada para calon pembeli saya. Dan walaupun pernah ada teman yang bertanya apakah saya tidak sayang dengan isi buku yang sudah saya lepas dari sampulnya, saya berusaha untuk memilih buku yang memang sudah tidak terlalu layak dibaca lagi atau menggunakan bahasa asing di luar bahasa Indonesia dan Inggris.


Namun tentu saja saya pernah beberapa kali membeli buku bekas yang kemudian saya malah simpan untuk dibaca atau pajang saja karena isi dan gambarnya serta kondisinya masih bagus sekali. Dan tumpukan isi buku-buku yang sudah dilepas dari tulang dan sampul aslinya tersebut adalah bahan kolase dan decoupage yang sempurna. Jadi, tidak heran kan kalau saya rajin sekali ke toko buku bekas kalau bepergian kemana-mana?

Selamat tidur,

Ika

Aug 2, 2014

Saya dan lokakarya

Selamat malam,
Di bulan Agustus ini saya akan membuat
dua buah lokakarya kriya bersama
Kitty Manu yang bisa dilihat
jadwalnya di thumbnail yang ada
di kanan postingan blog saya ini. 

Saya lebih menyukai membuat
lokakarya untuk remaja dan dewasa
karena saya menyukai bentuk komunikasi
dan timbal balik yang saya dapatkan
dari peserta remaja dan dewasa. 
Hal ini tentunya saya simpulkan
setelah saya mengajar beberapa
lokakarya untuk anak-anak juga
sebelumnya. 

Dan mulai bulan ini saya akan
membuat beberapa lokakarya berkala
juga di tempat saya sendiri,
Halo Radio. 

Tunggu info selanjutnya ya!

Ika

Jul 25, 2014

Saya dan kriya


Selamat sore,
Pengalaman saya pertama kali
membuat kriya diluar dari
tugas sekolah, adalah
waktu trend banyak orang
membuat jepitan rambut dari 
pita. Waktu itu usia
saya sekitar dua belas
tahunan kalau tidak
salah.

Saya tidak ingat bagaimana proses
saya belajar membuatnya.
Saya hanya ingat senangnya
ke toko pita sepulang sekolah
dan berjam-jam memilih
pita yang ada disana.

Setiap pita saya kemas dalam
plastik-plastik kecil.
Saya menjualnya hanya
ke tetangga, teman ataupun
teman ibu dan tante-tante saya.
Tidak lama trend ini usai dan
usaha kriya saya pun tutup.

Hari ini saya menyadari
kalau kriya yang saya buat
cenderung berwarna-warni,
buatan tangan (karena untuk
menjahit mesin saya tidak bisa, 
sehingga mesti ke penjahit),
menggunakan bahan baku kain
atau kertas, baik daur ulang
maupun barang baru.

Dan mulai bulan depan saya
akan membuat lokakarya
berkala tentang membuat
beberapa kriya saya ini.

Ika

Saya dan dia


Selamat sore,
Saya selalu saja gagal untuk menulis secara
berkala disini. Padahal sejak terakhir kali
menulis, banyak sekali yang terjadi.
Pekerjaan paruh waktu baru, ulang tahun,
perjalanan nyekar yang menyenangkan
bersama keluarga, jatuh sakit dan mesti opname
untuk pertama kalinya dan tentunya 
Pemilu yang baru
saja usai. 

Diantara semua kejadian tadi ada satu orang
yang menjalaninya bersama saya dengan
penuh kesabaran, suka cita juga menyebalkannya
tentu saja. Hahaha!

Orang yang selama ini walaupun memang
dekat dengan saya karena kita selalu
terlihat melakukan banyak hal
bersama, juga pergi kemana-mana
bersama walau beda kota,
tapi tidak ada yang berpikiran
kita akan menjadi kekasih suatu hari nanti.

Orang yang bersama saya membuat
tempat tinggal kami di Jakarta
menjadi tempat tinggal yang
semula saya pikir tidak hari ini
saya akan bisa memilikinya. 

Untuk semuanya itu saya ingin
berterimakasih padanya, 
untuk menjadi dirinya,
untuk kebersamaan yang
kita rayakan setiap hari.

Ika

May 18, 2014

Halo Radio

Selamat sore, 

Namanya Halo Radio.

Ruang kecil untuk jual beli, berbagi dan unjuk gigi. Letaknya tepat di sebelah kamar tidur sekaligus meja kerja saya. Waktu pertama kali melihat ruangan ini saya dan kekasih saya langsung terpukau dengan ukurannya, selain jendela-jendel besar yang menghadap ke sebuah kuburan tua di seberang jalan. Karena waktu saya mesti pindah dari tempat sebelumnya, saya memang berencana untuk mencari tempat tinggal yang bisa sekaligus untuk studio kerja dan kumpul bersama teman-teman. Jadi, pas sekali!

Untungnya kami masih memiliki waktu sebulan untuk mempersiapkan tempat baru ini sebelum pindah, sehingga pelan-pelan kami mulai mempersiapkan segala sesuatunya sesuai dengan kemampuan, waktu dan dana yang ada. Salah satu hal yang paling membedakan dengan tempat tinggal saya sebelumnya adalah saya benar-benar merasa tinggal di dalam sebuah rumah tua yang lengkap dengan ruang makan, lemari pendingin, kamar mandi bersama serta kucing-kucing yang nakal; di tempat baru ini saya menempati sebuah kamar yang sudah dilengkapi dengan kamar mandi dalam, tempat tidur besar, meja kerja, dan lemari pakaian plus televisi. Ada dua anjing Beagle di pelatarannya yang selalu dikurung. Oh betapa jauh bedanya!

Benda pertama yang kami beli adalah meja tengah yang nantinya menjadi ruang Halo Radio. Kemudian kursi-kursi bekas untuk duduk yang masih kurang banyak, plus dua kursi untuk nonton televisi permintaan kekasih saya. Di saat yang sama kita juga membuat sebuah lemari pajang untuk buku-buku yang tidak sengaja kita lihat waktu sedang membeli kursi-kursi bekas. Konsepnya adalah menggabungkan sebuah meja telpon bekas dengan memberi undakan kayu diatasnya untuk tempat memajang buku-buku bekas dan jurnal daur ulang yang akan kami jual nanti. Sebelumnya kami berusaha memaksimalisasi perabot yang diberikan oleh pemilik rumah, namun karena ukuran dan modelnya tidak pas dengan keinginan kami, akhirnya kami lebih banyak menggunakan perabot kami sendiri juga. Tidak apa, karena memang kami lebih senang seperti ini.

Hari ini Halo Radio masih jauh dari beres karena kami masih belum juga selesai memilah barang, menyimpannya dengan baik dan rapih serta masih mencari tempat pajang dan penyimpanan yang pas ukuran dan harganya. Tentunya kami mencari yang bekas saja karena selanjutnya akan kami modifikasi sendiri, tapi tahukah Anda betapa mahalnya lemari kayu jati bekas sekarang?

Sekian dulu cerita tentang Halo Radio hari ini. Tunggu kabar dan foto-foto selanjutnya ya!

Ika

May 12, 2014

It's Over Packages - Sebuah Upaya Meringankan Beban

Selamat siang,

Saya kemarin sempat berjanji untuk
memperlihatkan upaya-upaya saya
untuk meringankan beban tumpukan
barang yang menggunung di
tempat tinggal saya kan?

Nah, ini salah satunya. 
It's Over Packages.
Paket-paket barang-barang
baru, bekas dan daur ulang
yang saya dan kekasih saya
buat dan menjualnya di
Instagram Januari lalu.

Kami sangat menikmati proses
memotretnya yang menghabiskan
akhir pekan kami dan ternyata
jauh lebih lama memotretnya
daripada menjualnya! Haha!

Sekarang semua paket ini sudah 
habis terjual dan tentunya
kami berterimakasih kasih
sekali kepada semua
teman-teman yang sudah
membantu meringankan beban
kebiasaan menumpuk barang
kami ini. 

Sampai jumpa di paket
It's Over berikutnya ya!

Ika.

Apr 25, 2014

Pasar Loak Edisi Mainan dan Boneka


 Selamat malam,

Saya suka ke pasar loak,
tapi mainan tidak pernah
menjadi salah satu obyek
buruan saya kalau kesana.
Walaupun memang saya
memiliki beberapa mainan
kaleng bekas berbentuk
binatang.

Tapi lain halnya dengan boneka,
karena saya sudah sejak lama
mengkoleksi boneka dan
saya cenderung memilih
boneka-boneka buatan
tangan yang terbuat dari kain, 
benang dan kancing. 

Semakin aneh bentuknya,
semakin saya suka. 
Kalau Anda, lebih memilih
mainan atau boneka bekas
kalau ke pasar loak?

Ika.

Mar 17, 2014

me and art: merchandising


Selamat siang,

Ini adalah beberapa merchandising yang saya buat dari kolase-kolase saya.
Karena saya belum menemukan padanan kata yang tepat untuk merchandising
dalan bahasa Inggris, maka saya tetap menggunakan kata ini. Pada dasarnya,
merchandising adalah berbagai macam produk yang dibuat dari karya seni
kita. Kenapa saya membuat merchandising?

Karena saya ingin tahu seperti apa sebuah karya kolase saya apabila dibuat
dalam bentuk medium yang lain. Karena saya tahu tidak semua orang ingin
dan suka membeli sebuah karya seni sebagai dekor saja. Karena saya tahu
tidak semua orang punya uang untuk membeli sebuah karya asli. Karena saya
tahu tidak semua orang bahkan tahu apa itu karya asli. Karena saya ingin
orang memiliki akses yang banyak untuk karya seni saya. Karena saya ingin
karya saya berjalan-jalan dan dilihat banyak orang walaupun saya tidak bisa
berjalan-jalan sesering yang saya inginkan. Karena saya ingin setidaknya
bisa hidup dari seni dan kerajinan yang saya buat suatu hari nanti.

Tentu saja tidak semua karya seni saya ingin saya jadikan merchandising
karena memang tidak semua karya pas dijadikan merchandising juga. 
Selain itu, komitmen untuk produksi dan berjualan merchandising juga
tidak mudah. Saya sendiri masih kesulitan untuk bisa konsisten dengan
jumlah dan jenis merchandising yang saya buat walaupun saya sudah
memilah dan selektif dengan titik distribusi yang saya miliki, juga acara
bazaar yang saya ingin ikuti. 

Saya akan menulis tentang art merchandising lagi dalam postingan terpisah,
tapi sekarang saya mesti kembali bekerja dulu. 

Ditunggu ya apabila ada yang mau bercerita tentang pengalamannya
membuat art merchandising

Ika

Feb 13, 2014

me and activism: One Billion Rising

Selamat siang,

Saya akan mengawali postingan pertama saya di tahun ini
dengan poster yang saya buat untuk One Billion Rising
Indonesia 2014. Poster yang memperlihatkan seorang
perempuan menari dengan penuh kekuatan ini adalah 
keinginan saya untuk bisa melawan kekerasan terhadap
perempuan dalam apapun bentuknya dengan cara menari
dan merayakan kebebasan akan kepemilikan saya akan 
tubuh saya sendiri. 

Saya ingin agar semua perempuan di dunia ini juga memiliki
kesadaran kalau tubuh mereka adalah milik mereka sendiri
namun tentu saja mereka memiliki lebih banyak dari itu.
Saya ingin agar semua perempuan memiliki dan merayakan
haknya untuk mempercantik dirinya atas nama diri mereka
sendiri. Saya ingin agar semua perempuan memiliki kesadaran
yang sama betapa luar biasanya tubuh mereka sehingga mereka
bisa merawat dan menjaganya dengan sebaik-baiknya. Saya
ingin tubuh perempuan dihargai sama dengan tubuh lelaki,
anak-anak dan orang lanjut usia sekalipun. Saya ingin setiap
orang apabila setuju kalau kekerasan terhadap perempuan
adalah masalah kita bersama kemudian akan berusaha dengan
senang hati dan semangat tinggi untuk menemukan cara 
untuk melawan hal ini. 

Membuat desain poster One Billion Rising ini saya percaya
adalah salah satu cara untuk mewujdukan keinginan-keinginan
saya tersebut. Dan apabila Anda tertarik untuk ikut mendukung
kegiatan ini, Anda bisa menghubungi Ical di 0896 5443 7025
untuk membeli poster ini seharga 10 ribu saja. 

Untuk informasi lebih banyak tentang One Billion Rising
Indonesia yang kegiatannya akan dilangsungkan besok,
bisa dilihat di website mereka atau follow akun twitter
@OBR_Indonesia.

Mari melawan dengan tarian,

Ika Vantiani.

Oct 24, 2013

Over you, Over me

Saya adalah seorang pecandu aplikasi Over sejak
beberapa bulan ini dan akhirnya mulai bulan ini
saya memutuskan akan membuat postingan khusus
untuk menunjukkan hasil-hasil kecanduan saya
tersebut. Tentu saja, saya menggunakan foto-foto
saya sendiri. Semoga Anda pun menyukainya!

Been such an addict of this app and decide to
start make a special posting of what I have been
making with it and my photos. Go get yourself
a try, you might get addicted too!:)

Sep 20, 2013

Gift Tags, kartu ucapan yang tidak berbentuk kartu


Ini adalah seri gift tag dari kolase saya yang berjudul Paperie Pose. 
Gift tag memang bukanlah sebuah bentuk stationary yang umum 
di Indonesia. Karenanya saya juga mengerti mengapa lebih banyak 
orang yang kemudian saat melihatnya di stand saya akan membelinya 
untuk dijadikan pembatas buku, misalnya. Tapi sebenernya apa sih Gift Tag itu?

Gift Tag sebenarnya fungsinya sama dengan kartu ucapan saat kita mengirim kado atau bingkisan. Diikatkan di pita yang kita gunakan untuk membungkus bingkisan tersebut sehingga penerimanya bisa langsung membaca ucapan kita. Tak perlu membuka amplop ataupun membuka bingkisan tersebut, sudah bisa membaca pesan pengiriman di sisi sebaliknya dari gift tag ini.


Selain membuat gift tag dari kolase saya, saya juga suka membuat gift tag dari kertas coklat bekas pembungkus paket dan perangko bekas. Walaupun saya sendiri bukan orang yang suka menggunakan gift tag karena memang selalu menuliskan pesan langsung di kertas kado pembungkus bingkisan yang saya buat, tapi saya merasa untuk hadiah natal, tahun baru atau bingkisan Hari Raya gift tag bisa membuat bingkisan jadi makin cantik, dimana kartu tidak bisa melakukannya.


Untuk pilihan-pilihan berbagai gift tag yang saya buat sila dilihat di sini.

Aug 2, 2013

me and my zine: I Wish I Am A Camera is finally finished.

Saya masih ingat waktu memulai membuat
proyek photozine ini di bulan Agustus tahun
lalu. Awalnya karena ingin memindahkan apa
yang ada di Tumblr saya menjadi sebuah media
cetak. Lalu ditambah dengan sebuah tantangan
untuk membuat proyek ini menjadi setahun atau
terbit setiap bulan dalam 12 edisi, akhirnya saya
sungguhan berhasil menyelesaikannya dalam 
waktu 12 bulan! Terimakasih buat semua yang
sudah mendukung dari awal hingga selesainya
proyek ini. Tunggu proyek photozine baru saya!

When I start this photozine project, it's as simple
as out of curiosity of turning my Tumblr into
a printed medium. But not until a challeging
idea from a friend that made me decide to turn
this into a monthly photozine fora year. It start
last year on August and this year it's finally
finished! The 12th editions of them! Yay!
Can't wait to start a new photozine project!

Jul 25, 2013

me and media: Martha Stewart Living Indonesia

Untuk edisi Agustus majalah Martha Stewart Living
Indonesia memasukan profil saya sebagai salah satu
pengrajin pilihan mereka bersama dengan 28 pengrajin
lainnya. Ini adalah foto-foto yang diambil saat pemotretan
di studio kantor saya bersama dengan salah seorang
fotografer, Ifan Hartanto, yang tidak masuk ke dalam
majalah namun tetap saya sangat menyukainya!
Oh iya, Anda bisa memenangkan sebuah mouse pad
kolase saya dengan ikut undian di 
Mari dibeli!

I have been featured at Martha Stewart Living Indonesia
August edition as one of her chosen crafters. These are
some of the photo taken by Ifan Hartanto, one of the
photographers in my office during the photo shoot that
not being chosen by the magazine. I think these photos
rocks considering I pretty much create this to look like
my actual working corner:))

Jul 24, 2013

me and an exhibition: Body Festival

Minggu lalu saya mendapatkan kesempatan yang
sangat menyenangkan untuk mengkurasi sebuah
pameran tentang tubuh yang dibuat oleh tiga orang
perupa perempuan belia yang bisa dilihat disini.
Saya akan posting lebih banyak gambar setelah ini
tapi ini adalah beberapa foto dari saat kami 
mempersiapkan display pameran. 

These are some of the pictures taken during the
preparation of an exhibition that I curated last
week. Will post more pictures soon but these
photos already shows you how pretty the display
is by painting the wall on this color. Oh and you
can read about the exhibition here.

Jul 20, 2013

me and making stuff: silk screening poster day

Saya memang beruntung sekali karena dikelilingi
oleh orang-orang yang memiliki kemampuan untuk
membuat berbagai macam barang dan benda dengan
tangan mereka. Ini salah satu hari yang saya habiskan
bersama sahabat saya saat dia membuat poster untuk
pengumpulan dana di kampusnya.

I always wish to learn silk screening on paper just like
one of my bestie do. This is from spending all day at
his place helping him making some silk screen posters
for his campus benefit. Rad, right?

Jul 19, 2013

me and packaging: hand drawing recycle envelopes

Saya selalu berusaha membuat kemasan produk ataupun
amplop pengiriman barang-barang buatan saya dengan
menggunakan amplop bekas. Namun selama sebulan ini
saya akhirnya menemukan cara untuk mendekor amplop
amplop bekas tersebut yang saya lihat dari sebuah majalah
desain. Terimakasih banyak untuk teman-teman yang
sudah mendonasikan amplop bekasnya ya!

I have been trying to use used envelopes for my mail order
and packaging at the bazaar. I even then advertise on my
twitter for people to donate their used envelopes to me and
I trade it with my stuff. It's been such a wonderful way of
personalizing each of my envelopes with this drawing called
Ice Cream Wings as my friends called them:))


LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...