Apr 14, 2014


Selamat sore,

Sejak dua minggu lalu saya punya tempat tinggal baru.
Ukurannya jauh lebih besar dibandingkan dengan tempat
tinggal saya sebelumnya, namun kali ini saya ingin barang
yang ada di dalamnya jauh lebih sedikit. Kenapa?

Karena saya orang yang suka menumpuk barang. Saking
banyaknya, sudah rancu mana yang memang saya butuhkan
untuk nanti, mana yang saya simpan untuk entah sampai kapan,
mana yang sekedar koleksi sampai yang memang saya
butuhkan untuk berkarya setiap hari. Ditambah lagi, saya
tidak hanya menumpuk barang baru tapi juga barang bekas.
Jadi bayangkan tumpukan-tumpukan barang saya!

Bukan hanya itu, saya juga orang yang semakin besar ruang
yang dimilikinya untuk menyimpan barang, maka semakin
banyak barang yang akan ditumpuknya. Dan saya sadar kalau
ini bisa jadi saya lakukan tanpa sadar (jadi sebenarnya saya
sadar nggak sih ini?) karena kebiasaan saya membeli dan
menumpuk barang yang akut ini tadi.

Sehingga waktu melihat banyaknya barang yang saya bawa
dari tempat tinggal sebelumnya, saya sendiri bingung
bagaimana barang sebanyak itu bisa masuk ke dalam tempat
tinggal sekecil yang saya miliki dulu. Haha! Sungguh sebuah
tamparan yang pedas manis, saudara-saudara!

Nah, sekarang kalau ditanya bagaimana cara saya untuk
mengurangi tumpukan barang yang menggunung tersebut?
Ada yang didaur ulang, dibuang, dijual juga diberikan
Kepada orang lain yang kira-kira lebih membutuhkan.

Tunggu detail beragam upaya saya tersebut disini ya!

Ika

NB: Hanya gambar kedua dan keempat yang
merupakan tumpukan barang-barang saya,
yang lainnya tumpukan barang yang saya
temukan saat berjalan-jalan. Sungguhan.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...