Dec 20, 2014

The object of my affection

 

Selamat malam.
Setelah lima bulan tidak menulis disini, saya kembali dengan cerita tentang taman kecil di bawah jendela kosan saya.
Taman yang dibuatkan oleh kekasih saya menggunakan sebilah papan kayu sisa dan disangga oleh dua siku besi berwarna putih. Sesederhana itu.

Dengan menggunakan dua nampan dan satu teko enamel bekas, mulailah saya mengisi taman saya dengan lima pot kaktus diatas ini. Namun kemudian saya ingat koleksi mug enamel bekas yang mulai menumpuk dan beberapa yang tidak digunakan sama sekali. Tapi juga tidak mau dijual, apalagi dikasi orang karena kadung sayang. Haha! 


Jadilah mug-mug enamel tersebut saya gunakan sebagai wadah pot-pot kaktus dan tanaman lainnya di taman saya. Selain mug dan teko, juga ada kaleng enamel bekas permen yang saya gunakan di taman kecil saya ini.


Setiap pagi saat saya membuka jendela, merekalah yang pertama kali saya pandangi. Saya senang sekali setiap kali melihat ada yang semakin tinggi, berbunga atau bahkan bertunas baru. Juga langsung sedih kalau mendapati ada yang layu, kering atau membusuk karena salah siram. Sekarang saya sudah masukkan jadwal siram tanaman seminggu sekali di dalam agenda saya, setiap hari Minggu.

 
Hari ini jumlah tanaman saya sudah lebih dari dua puluh pot yang sebagian besar adalah kaktus dari berbagai jenis dan ukuran. Berkat kekasih saya yang terampil dan pandai menata mereka, kami akhirnya juga bisa menggunakan area di bawah jendela kamar untuk meletakkan beberapa wadah-wadah pot yang lebih besar. Senangnya!

Tentunya saya masih berusaha keras mempelajari tanaman-tanaman di dalam taman saya dengan lebih baik setiap hari. Memastikan mereka mendapat cukup  matahari, mengeluarkan pot-pot yang sudah lama berada di dalam (Iya, akhirnya saya pun menempatkan beberapa pot di dalam karena di bawah jendela sudah tidak ada tempat lagi. Hihihi!), menukar wadahnya bila diperlukan, termasuk membeli pot baru yang lucu-lucu.


Sekarang saya mengerti senangnya mengurus tanaman dan punya taman sendiri. Karena dari dulu walaupun saya tahu jenis-jenis tanaman kesukaan saya, juga selalu senang melihat tempat tinggal dengan banyak tanaman berserakan di dalamnya, namun baru sekarang saya merasakannya sendiri. 

Seperti kebiasaan saya dengan hal-hal baru lainnya, saya cenderung akan membawanya menjadi berlebihan lalu lupa diri. Buruk sekali. Seperti hari ini saja, kekasih saya sudah mengingatkan untuk berhenti dulu untuk terus membeli tanaman baru karena mudah matinya beberapa dari mereka ternyata. 

Begitulah cerita tentang The Object Of My Affection malam ini.

Ika 

2 comments:

Simone Anne said...

Great collection!

Dewi Aja said...

Wow bukunya....
Perkenalkan, saya dari tim kumpulbagi. Saya ingin tau, apakah kiranya anda berencana untuk mengoleksi files menggunakan hosting yang baru?
Jika ya, silahkan kunjungi website ini www.kumpulbagi.com untuk info selengkapnya.

Oh ya, di sana anda bisa dengan bebas mendowload music, foto-foto, video dalam jumlah dan waktu yang tidak terbatas, setelah registrasi terlebih dahulu. Gratis :)

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...